Aku berjalan
pulang, berharap aku bisa bersamamu disini mendampingimu dijalan yang gelap dan
dingin.
Tapi diriku
tak bisa berkata apa-apa saat dirimu ada di
hadapanku, bahkan obrolan yang seharusnya menjadi kunci untuk mengenalmu lebih
dalam, namun itu hanya imajinasi dalam benak ku saja, hanya bisa mengkhayal
dari jauh ku menatap diam – diam dirimu tanpa ada kecurigaan, benarkah hati ini
bisa tergerak karenamu ?, bisa kah nanti aku ada kesempatan dan kekuatan untuk
menyampaikan nya ?
Jalan kita terpisah dan tak bisa menjadi suatu
kebetulan saat kau berada di jalan yang berbeda, kemampuanmu mencapai suatu
masa depan yang patut di hargai dan di banggakan, aku kagum dan iri atas kerja
keras dan rasa ingin mu mencapai suatu tujuan tersebut, semangat itu aku tak
punya.
Aku ingin mengenalmu lebih jauh, meski ternyata dirimu
menutup pintu dengan rapat,
Aku ingin bersamamu meski tiada orang yang menjadi
saksi bahwa pernyataan tersebut nyata,
Diriku payah karena tidak bisa memberikan kepastian
yang dapat kujanjikan,
Diriku payah karena sikap ku yang rusak dan merasa
kurang pantas bagimu,
Aku hanyalah pecundang yang merindukannya tanpa hendak
mencampuri kehidupannya..
Aku kesepian dan hanya bisa berharap,
Meski nyatanya diriku tak pantas bersamanya,
Namun meski keputus asaan dalam meyakinkan nya itu
hadir, jika dia merasakan hal yang sama
Jika benar dia menyukaiku, aku sangat bersyukur dan
berusaha untuk menjadi yang terbaik baginya.
Dan bagi masa depannya hingga kelak tua nanti
Meski aku bukan siapa siapa untuk nya saat ini
No comments:
Post a Comment